Selasa, 04 April 2017

Cara Setting Cisco pocket tracker

CARA SETTING STATIC ROUTING DI CISCO PACKET TRACER – 

Cisco Packet Tracer merupakan aplikasi untuk mendesain jaringan, simulasi jaringan, dll. Untuk itu kami kali ini akan memposting bagaimana cara Routing static. Apa itu Routing static ? static router (router statis) adalah sebuah router yang memiliki tabel routingstatis yang di setting secara manual oleh para administrator jaringan.

Pengertian Router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. 

Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Suatu router bisa berupa sebuah device yang dirancang khusus untuk berfungsi sebagai router (dedicated router), atau bisa sebuah PC yang difungsikan sebagai router (PC Router). Manfaat yang didapat jika anda menggunakan PC Router adalah Anda tidak perlu membeli router tambahan sehingga dapat menghemat uang.

Default Gateway :
Supaya Router bisa meneruskan data, komputer yang ada pada jaringan tersebut harus menugaskan router untuk meneruskan data
Penugasan dilakukan dengan cara setting komputer default gateway ke router
Jika kita tidak melakukan setting default gateway maka dipastikan LAN tersebut tidak bisa terkoneksi dengan jaringan yang lainnya


Itulah beberapa pengertian dari kumpulan dalam konfigurasi router statis. Langsung saja kini akan membahas cara routing static.

1.  Siapkan Aplikasi Cisco Packet Tracer terlebih dahulu
2.  Untuk mengkoneksikan peralatan yang berbeda, gunakan kabel Straight-through : 
a.  Router – Switch
b.  Router – Hub
c.   PC – Switch
d.  PC – Hub 

Untuk mengkoneksikan peralatan yang sama, gunakan kabel Cross-Over : 

a.  Router - Router
b.  Router – PC
c.  Switch - Switch
d. Switch – Hub 
3.  Ketentuan pemasangannya adalah :
Router ke router : Serial
Router ke switch : FastEthernet (boleh pake Ethernet tapi lebih cepat FastEthernet)
Switch ke PC : FastEthernet
Konektor yang warna merah menggunakan Serial DTE

Setelah persiapan selesai desain jaringan seperti ini contohnya :



Catatan :
Fery, Kurniawan, Saputra PC terhubung fastethernet0/0 ke PC1, PC2, PC3
Fery – Kurniawan = Serial 2/0
Kurniawan – Saputra = Serial 3/0

Setting Fastethernet dan serial dengan cara CLI :
Router A : Fastethernet 0/0 :
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int f0/0
Router(config-if)#ip add 192.1.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex

Router B : Fastethernet 0/0 :
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int f0/0
Router(config-if)#ip add 193.1.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex


Router C : Fastethernet 0/0 :
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int f0/0
Router(config-if)#ip add 194.1.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex

Router A : Serial 2/0 :
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int s2/0
Router(config-if)#ip add 10.1.1.1 255.0.0.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex

Router B : Serial 2/0 :
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int s2/0
Router(config-if)#ip add 10.1.1.2 255.0.0.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex

Router B : Serial 3/0 :
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int s3/0
Router(config-if)#ip add 11.1.1.1 255.0.0.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex

Router C : Serial 3/0 :
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int s3/0
Router(config-if)#ip add 11.1.1.2 255.0.0.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex

Pada saat menghubungkan serial, router fery dengan serial 2/0 dan kurniawan serial 2/0, hal ini harus 1 Jaringan namun harus berbeda hostnya dengan catatan harus membedakan IP kelasnya. Saya setting seperti diatas agar mudah mengingatnya.

Setelah selesai setting Router, Kini setting PC1, PC2, dan PC 3

Fastethernet ( Default Gateway) pada PC 1 Harus diisi dengan IP Fastethernet Router Fery karena PC 1 Terhubung secara langsung ke Router Fery. Begitupun PC 2 dengan Kurniawan, PC3 dengan Saputra.

Setting IP :

PC 1

 PC 2

 PC 3

Setelah selesai, kini tinggal Setting IP Route (STATIC)
Pada pemasangan ini dibutuhkan ketilitian anda. Catatan :



Network diisi dengan IP TUJUAN dengan Host Terkecil yaitu diisi dengan 0
Contohnya Menuju Router Saputra, Router Saputra memiliki IP Fastethernet : 194.1.1.1, Jadi Penulisannya : 194.1.1.0

Netmask diisi mengikuti Network Apabila Kelas C diisi dengan 255.255.255.0

Next Hop diisi dengan serial terdekat dari Router itu sendiri ( Serial yang Pertama dilewati setelah keluar dari router itu sendiri)
Setelah itu kini kita setting IP Route Statis :

Setting IP Route A :
Router(config)#ip route 193.1.1.0 255.255.255.0 10.1.1.2
Router(config)#ip route 194.1.1.0 255.255.255.0 10.1.1.2

Setting IP Route B :
Router(config)#ip route 192.1.1.0 255.255.255.0 10.1.1.1
Router(config)#ip route 194.1.1.0 255.255.255.0 11.1.1.2

Setting IP Route C :
Router(config)#ip route 192.1.1.0 255.255.255.0 11.1.1.1
Router(config)#ip route 194.1.1.0 255.255.255.0 11.1.1.1

Setelah selesai kita coba tes dengan ping di PC. Kita ambil PC1 mengeping IP Fastethernet pada PC 2, dan PC 3.





Hasilnya berhasil apabila balasan dari cmd seperti gambar diatas, Selanjutnya kami akan mengepot Routing Dinamis (RIP)

Kata Pengantar Alhamdulillah puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Alloh SWT yang telah memberikan kesempatan, kesehatan dan karunianya kepada kami yang tak terhingga jumlahnya sehingga kami dapat menyelesaikan karya tulis ini tepat pada waktunya. Tidak lupa kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Bp. Tubagus yang telah memberikan arahan kepada kami untuk membuat makalah ini, ucapan terimakasih juga kami ucapkan teman-teman yang membantu kami untuk menyelesaikan makalah ini. Pepatah mengatakan “Tak ada gading yang tak retak” sama halnya dengan makalah yang kami buat ini untuk itu kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan, walaupun demikian kami berharap karya tulis ini dapat bermanfaat baik bagi pembaca maupun bagi masyarakat umum. Penyusun, 15 Januari 2013 Daftar Isi Kata Pengantar…………………………………………………………… i Daftar Isi…………………………………………………………………….. ii BAB I Pendahuluan…………………………………………………….. 1 I.1 Latar Belakang Masalah……………………………………………… 1 I.2 Rumusan Makalah…………………………………………………..... 1 I.3 Tujuan Makalah………………………………………………………… 1 BAB II Pembahasan…………………………………………………… 2 2.1 Aplikasi turunan………………………………………………………… 2 2.2 Contoh aplikasi turunan dalam berbagai bidang…………… 15 BAB III. PENUTUP……………………………………………………….. 20 3.1 Kesimpulan…………………………………………………………....... 20 Daftar pustaka.............................................................. 21

Jumat, 06 Februari 2015

Dasar-dasar Pemrograman Bahasa Assembler MOV,MOVC dan MOVX Instruksi MOV digunakan untuk menyalin data antara 2 operand. Instruksi MOVC digunakan untuk menyalin data yang terdapat pada memeori program internal. Instruksi MOVX digunakan untuk menyalin data yang terdapat pada memori program eksternal. Contoh Syntax Keterangan MOV A,R1 Salin nilai R1 ke Accumulator MOV A@R1 Salin isi lokasi yag ditunjuk R1 ke A MOV A,P1 Salin data pada Port 1 ke Akumulator MOV P1,A Salin data pada Akumulator ke Port 1 MOVC A,@X+DPTR Salin data int. yang ditunjuk DPTR ke A MOVX A,@DPTR Salin data eks. Yang ditunjuk DPTR ke A MOVX @DPTR,A Salin data akumulator ke lokasi yang ditunjuk DPTR ADD dan SUBB Instruksi ADD digunakan untuk melakukan operasi penjumlahan akumulator dengan suatu operand dan hasilnya disimpan dalam akumulator Instruksi SUBB digunakan untuk melakukan operasi pengurangan akumulator dengan suatu operand dan hasilnya disimpan dalam akumulator. Contoh Syntax Keterangan ADD A,@#20 A = A + 20 ADD A,@R0 A = S + [ R0 } ADD A,B A = A - B ADD A,@10 A = A - 10 MUL AB dan DIV AB Instruksi MUL AB digunakan untuk melakukan operasi perkalian antara akumulator dengan register B. Hasilnya berupa data 16 bit dengan low byte pada A dan high byte pada B. Contoh: Misal A = 50h ; B = A0h MUL a,b Hasil = 3200h, maka A = 00h dan B = 32h Instruksi DIV AB digunakan untuk melakukan operasi pembagian antara akumulator dengan register B. Hasilnya pembagian disimpan pada akumulator dan sisa pembagian disimpan pada register B. Misal : A = FBh ; B = 12h DIV a,b Hasil = 0Dh , maka A = 0Dh B=11h Karena FBh = 0D x 12 + 11 DEC dan INC Instruksi DEC digunakan utnuk melakukan pengurangan sebesar satu pada suatu operand. Instruksi INC digunakan untuk melakukan penambahan sebesar satu pada suatu operand. Contoh Syntaks Keterangan DEC A A = A – 1 DEC @R0 [ R0 ] = [ R0 ] – 1 INC A A = A + 1 INC DPTR DPTR = DPTR + 1 ORL, ANL dan CPL Instruksi ORL digunakan untuk melakukan operasi OR antara dua operand. Instrukis ANL digunakan utnuk melakukan operasi AND antara dua operand. Instruksi CPL digunakan untuk melakukan operasi komplemen suatu operand. Syntaks Akumulator Register B Hasil ORL A,B 0011 1010 1111 0000 1111 1010 ANL A,B 0011 1010 1111 0000 0011 0000 CPL A 0011 1010 1100 0101 RR,RL dan SWAP Instruksi RR digunakan untuk melakukan operasi pergeseran kekanan sebanyak 1 bit . Instruksi RL digunakan utnuk melakukan operasi pergeseran ke kiri sebanyak 1 bit. Instruksi SWAP digunakan utnuk melakukan operasi pertukaran data low nible dan high nible. Syntaks Akumulator Hasil RR A 0011 1010 0001 1101 RL A 0011 1010 0111 0100 SWAP A 0011 1010 1010 0011 SETB dan CLR Instruksi SETB digunakan untuk memberikan logika 1 pada bit operand, Instruksi CLR digunakan untuk memberikan logika 0 pada bit operand. Contoh: SETB p2.0 SETB acc.0 CLR p2.1 CLR acc.1 PUSH dan POP Instruksi PUSH digunakan untuk menyimpan operand ke dalam stack. Instruksi POP digunakan untuk mengembalikan nilai operand dari stack, Contoh : PUSH 7 PUSH 6 PUSH 5 MOV R7,#04H LUPA: MOV R6,#0FFH LUPB: MOV R5,#0FFH DJNZ R5,$ DJNZ R6,LUPA DJNZ R7,LUPB POP 5 POP 6 POP 7 JMP,JB,JNB,JZ,JNZ dan CJNE JMP (jump) digunakan untuk melakukan lpompatan ke suatu blok program. Contoh: Org 00h Start: Jmp loop Org 300h Loop: Setb p0.0 Clr p0.1 Sjmp loop End JB (Jump if Bit) dan JNB (Jump If Not Bit) digunakan untuk melakukan lompatan ke suatu blok program jika nilai operand 1 (bit) atau 0 (Not bit). Contoh JB: Org 00h Start: Mov p0,#00h Jb p0.0,Nyala Sjmp Start Nyala: Setb p2.0 Sjmp Start End Contoh JNB: Org 00h Start: Mov p0,#00h Jnb p0.0,Nyala Sjmp Start Nyala: Setb p2.0 Sjmp Start End JZ (Jump if Zero) dan JNZ (Jump If Not Zero) digunakan utnuk melakukan lpmpatan ke suatu blok program jika nilai operand 0 (Zero) atau <> 0 (Not Zero). Contoh: Org 00h Utama: Mov rl,#10 Jz rl,Nyala Sjmp start Nyala: Setb p2.0 Jmp Utama End CJNE (Compare and Jump If Not Equal) digunakan utnuk melakukan pembandingan dua operand dan lompat ke blok program lain jika tidak sama. Contoh: Org 00h Utama: Mov a,#10 Tambah: Inc a Cjne a,#20,tambah Setb p2.0 Sjmp utama end CALL dan RET Instruksi CALL digunakan untuk memanggil prosedur tertentu dalam program (subprogram). Instruksi RET digunakan untuk mengembalikan ke baris program yang melakukan CALL. Contoh: Org 00h Kedip: Setb p2.0 Call tunda Clr p2.0 Call tunda Sjmp kedip Tunda: Mov r7,#20h La: mov r6,#0ffh Lb: mov r5,#0ffh Djnz r5,$ Djnz r6,lb Djnz r7,la Ret End
Jenis-jenis Sistem Informasi dan Contohnya Pada pertemuan perdana SI kami ditugaskan untuk mencari jenis-jenis SI beserta contoh dari setiap jenis SI tersebut. Sebelum menjelaskan maksud judul diatas ada baiknya kita harus mengerti dahulu apa yang dimaksud dengan Sistem Informasi .Pengertian dari Sistem informasi sendiri adalah merupakan suatu system dimana terdapat data atau masukan dimana data tersebut diproses dan diolah hingga menghasilan suatu hasil yang bermanfaat dan bernilai yang berupa informasi . Sistem informasi dikembangkan untuk tujuan yang berbeda-beda, tergantung pada kebutuhan bisnis. Namun ada beberapa tujuan umum SI yang ada pada perusahaan : 1. Peningkatan produktifitas 2. Pengurangan biaya 3. Peningkatan pengambilan keputusan 4. Peningkatan pelayana pelanggan 5. Pengembangan aplikasi strategi yang baru Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat informasi yang berkualitas: a. Informasi harus akurat ,jelas tanpa ad kesalahan dan informasi tidak menyesatkan b. Informasi haruslah baru (tepat waktu),informasi yang lama sudah tidak bernilai lagi c. Informasi yang relevan dan bermanfaat d. Informasi yang ekonomis ,berarti manfat harus lebih besar dibanding dengan biaya yang dikeluarkan. A. Sistem informasi dapat dibagi menjadi beberapa bagian : 1. Transaction Processing Systems (TPS) TPS adalah sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi. TPS berfungsi pada level organisasi yang memungkinkan organisasi bisa berinteraksi dengan lingkungan eksternal. Data yang dihasilkan oleh TPS dapat dilihat atau digunakan oleh manajer. - INPUT : Transaksi, Kegiatan - PROSES : Meng-Update (memperbaharui) - OUTPUT : Laporan rinci - USER : Staf Operasional, Supervisor - PENGAMBILAN KEPUTUSAN : Sangat terstruktur - CONTOH : Sistem Penggajian 2. Office Automation Systems (OAS) dan Knowledge Work Systems (KWS) OAS dan KWS bekerja pada level knowledge. OAS mendukung pekerja data, yang biasanya tidak menciptakan pengetahuan baru melainkan hanya menganalisis informasi sedemikian rupa untuk mentransformasikan data atau memanipulasikannya dengan cara-cara tertentu sebelum menyebarkannya secara keseluruhan dengan organisasi dan kadang-kadang diluar organisasi. Aspek-aspek OAS seperti word processing, spreadsheets, electronic scheduling, dan komunikasi melalui voice mail, email dan video conferencing. KWS mendukung para pekerja profesional seperti ilmuwan, insinyur dan doktor dengan membantu menciptakan pengetahuan baru dan memungkinkan mereka mengkontribusikannya ke organisasi atau masyarakat. Sistem Komputer seperti word processing , sistem e-mail dan sistem penjadwalan yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas karyawan khususnya data worker di perusahaan tersebut. - INPUT : Dokumen, Jadwal - PROSES : Manajemen dokumen, penjadwalan dan komunikasi - OUTPUT : Dokumen, Jadwal - USER : Clerical Workers (Pegawai, Sekretaris) - PENGAMBILAN KEPUTUSAN : Terstruktur - CONTOH : Sistem Image Dokumen (membuat presentasi) a. Knowledge Work System Sistem Informasi yang dapat membantu meningkatkan kreativitas karyawan serta mampu mengintegrasikan pengetahuan baru dalam organisasi. - INPUT : Spesifikasi rancangan - PROSES : Pemodelan - OUTPUT : Rancangan, grafik - USER : Technical staff, professional - PENGAMBILAN KEPUTUSAN : Terstruktur - CONTOH : Engineering workstation (CAD, CAM) 3. Sistem Informasi Manajemen (SIM) SIM tidak menggantikan TPS , tetapi mendukung spektrum tugas-tugas organisasional yang lebih luas dari TPS, termasuk analisis keputusan dan pembuat keputusan. SIM menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan, dan juga dapat membatu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data). - INPUT : Data bervolume tinggi - PROSES : Model sederhana - OUTPUT : Laporan ringkas - USER : Middle managers - PENGAMBILAN KEPUTUSAN : Terstruktur yang mengarah pada semi-terstruktur - CONTOH : Membuat anggaran tahunan Beda MIS dan DSS : DSS MIS 1. DSS menawarkan fleksibilitas, adaptabilitas dan respon yang cepat 1. Mendukung pengambilan keputusan yang bersifat terstruktur pada level operasional dan manajemen 2. DSS dapat bekerja dengan hanya mengandalkan sedikit bantuan bahkan tanpa bantuan seorang programmer 2. umumnya MIS berorientasi pada laporan dan pengawasan. MIS didesain untuk membantu membuat laporan kegiatan yang ada serta menyediakan pengawasan harian terhadap kegiatan tersebut. 3. DSS menyediakan bantuan untuk pengambilan keputusan dan masalah yang jalan keluarnya tidak dapat di spesifikasi 3. MIS bergantung pada data gabungan dan alur data 4. MIS tidak terlalu memiliki kemampuan analisis 4. DSS menggunakan peralatan dan model analisis data yang mutakhir. 5. umumnya digunakan untuk mengambil keputusan dengan menggunakan data lampau dan kini 6. relatif tidak fleksibel dan lebih memiliki orientasi internal daripada eksternal 4. Decision Support Systems (DSS) DSS hampir sama dengan SIM karena menggunakan basis data sebagai sumber data. DSS bermula dari SIM karena menekankan pada fungsi mendukung pembuat keputusan diseluruh tahap-tahapnya, meskipun keputusan aktual tetap wewenang eksklusif pembuat keputusan.DSS atau Sistem Pendukung Keputusan Sistem Informasi pada level manajemen yang menggabungkan antara data dan model analisis mutakhir atau peralatan untuk menganalisis data yang mendukung proses pengambilan keputusan semi-terstruktur maupun tidak terstruktur. - INPUT : Data bervolume rendah - PROSES : Simulasi, analisis - OUTPUT : Analisis keputusan - USER : Staf manajer, profesional - PENGAMBILAN KEPUTUSAN : Semi-terstruktur - CONTOH : Analisis wilayah penjualan 5. Sistem Ahli/Sistem Pakar (Expert System) dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) AI dimaksudkan untuk mengembangkan mesin-mesin yang berfungsi secara cerdas. Dua cara untuk melakukan riset AI adalah memahami bahasa alamiahnya dan menganalisis kemampuannya untuk berfikir melalui problem sampai kesimpulan logiknya. Sistem ahli menggunakan pendekatan-pendekatan pemikiran AI untuk menyelesaikan masalah serta memberikannya lewat pengguna bisnis. Sistem ahli (juga disebut knowledge-based systems) secara efektif menangkap dan menggunakan pengetahuan seorang ahli untuk menyelesaikan masalah yang dialami dalam suatu organisasi. Berbeda dengan DSS, DSS meningalkan keputusan terakhir bagi pembuat keputusan sedangkan sistem ahli menyeleksi solusi terbaik terhadap suatu masalah khusus. Komponen dasar sistem ahli adalah knowledge-base yaikni suatu mesin interferensi yang menghubungkan pengguna dengan sistem melalui pengolahan pertanyaan lewat bahasa terstruktur dan anatarmuka pengguna. 6. Group Decision Support Systems (GDSS) dan Computer-Support Collaborative Work Systems (CSCW) Bila kelompok, perlu bekerja bersama-sama untuk membuat keputusan semi-terstruktur dan tak terstruktur, maka group Decision support systems membuat suatu solusi. GDSS dimaksudkan untuk membawa kelompok bersama-sama menyelesaikan masalah dengan memberi bantuan dalam bentuk pendapat, kuesioner, konsultasi dan skenario. Kadang-kadang GDSS disebut dengan CSCW yang mencakup pendukung perangkat lunak yang disebut dengan “groupware” untuk kolaborasi tim melalui komputer yang terhubung dengan jaringan. 7. Executive Support Systems (ESS) ESS tergantung pada informasi yang dihasilkan TPS dan SIM dan ESS membantu eksekutif mengatur interaksinya dengan lingkungan eksternal dengan menyediakan grafik-grafik dan pendukung komunikasi di tempat-tempat yang bisa diakses seperti kantor dan merupakan sistem informasi yang mengarah pada pengambilan keputusan yang tidak terstruktur melalui tampilan grafik dan komunikasi. - INPUT : Data menyeluruh, internal dan eksternal - PROSES : Interaktif - OUTPUT : Proyeksi - USER : Senior managers - PENGAMBILAN KEPUTUSAN : Sangat tidak terstruktur - CONTOH : Rencana operasional 5 tahun

Kamis, 17 April 2014

Cara pasang Jam di side bar blog



Cara Pasang Jam di Sidebar Blog
Agar blog Mas Bro sekalian tampak cantik dan menarik untuk di lihat, sampeyan bisa memasang beberapa aksesori blog, salah satunya adalah dengan memasang jam. Jam ini bisa sampeyan dapatkan secara gratis pada situs http://www.clocklink.com. Salah satu contoh jam yang tersedia adalah seperti dibawah ini;


Atau seperti ini;



Dan bagi Mas Bro yang ingin blognya di pasang jam, silahkan ikuti langkah-langkah berikut :
1.             Silahkan kunjungi situs http://www.clocklink.com
2.             Jika sudah berada pada situs tersebut, klik Gallery disitu banyak pilihan model jam yang tersedia, mulai dari Analog, Animal, Animation, dll;
3.             Jika di rasa sudah menemukan model jam yang disukai, klik tulisan View HTML tag, yang berada di bawah jam yang sampeyan sukai;
4.             Klik tombol yang bertuliskan Accept;
5.             Tentukan warna jam yang menurut sampeyan bagus;
6.             Pilih waktu yang sesuai dengan tempat kita disamping tulisan Time Zone, sebagai contoh: untuk Indonesia bagian barat pilih JOG:YogYakarta Indonesia Time (GMT +7:00);
7.             Set ukuran jam yang sampeyan sukai di samping tulisan Size;
8.             Copy kode HTML yang di berikan pada notepad;
9.             Paste kode HTML yang di copy tadi pada sidebar blog sampeyan;
10.           Selesai;
Selamat mencoba..

Cara menghidukan alarm mobil xenia apabila mati



Gue bingung juga alarm mobil xenia 2009  gue ga mo nyala. Pertama gue cobain servis tukang servis ga bisa hidup .... eh malah suruh ganti baru.. ternyata semua orang yang ahli mobil sampai yang jualan mobil pun ga tahu cara hidupin alarm.

Terus gue bawa pulang tuh mobil karna kantong nipis gue diamin aja tuh mobil kapan kapan aja kalo punya duit ntar baru diganti pikir gue..

Sewaktu waktu temen ngasih tau tuh caranya.. buka internet aja dulu cari cara-cara..

Langsung  gue buka google… gue cari cara hidupin alarm mati mobil xenia..   gue  baca terus langsung gue cobain..

Ceklak ceklek ga ada respon… gue coba lagi… ceklak ceklek ada tanda lampu led mati… gue kaget… gue  cobain tutup mobil gue konci pake remot.. gue buka pake konci alarm bunyi … Alhamdulillah.. ternyata gampang ga jadi gue keluar duit buat ganti alarm.. tipsnya gini :
  1. Matiin mesin mobil, buka pintu (di Internet sih banyak yang bilang pintu sopir aja).
  2. Masukin kunci kontak, standby di posisi ACC (bukan OFF). Kalo ga salah kan ada 4 posisi tuh, OFF, ACC, ON, IGNITION. Nah coba putar dari ACC ke ON, trus ke ACC lagi. Ulangi beberapa kali secara berkala, ga terlalu cepat, ga terlalu pelan (kira2 1 - 2 detik satu siklusnya). Well, katanya sih beda merek alarm mobil beda jumlahnya. Nah ini karena mobil gue Xenia aja. Tadi sih gue coba sampe 3x. Nah tanda2nya berhasil tuh lampu LEDnya alarm mobil kita akan bereaksi. Reaksinya juga beda2. Kalo gue tadi sih kedip2 gitu dari keadaan mati (pas ON ketujuh kalinya).
  3. Langkah berikutnya sih beda2 lagi. Coba aja pencet remotenya dan/atau tutup pintunya. Alias coba2 gitu lah.
Sebenernya sih kalo beli mobil (atau beli alarm doang) pasti dapet manual book alarm. Nah di situ pasti ada cara reset alarm. Tapi di saat darurat? Ga tau juga tu buku manual ada di mana kali ya. Well, Internet adalah teman terbaik di saat2 seperti itu! :D

-------
Kata kunci: alarm mobil, reset alarm mobil, cara reset alarm, cara reset alarm mobil, cara reset alarm mobil Xenia